Duel Blog Niche #6: Strategi Link Building

Setelah kemarin saya paparkan startegi SEO On Page blog niche saya, kini saatnya saya memaparkan strategi link building (membangun backlink) sebagai salah satu teknik SEO off page untuk blog niche tersebut.

Sejujurnya, proses link building merupakan pekerjaan yang cukup melelahkan karena membutuhkan waktu serta konsistensi. Saya bahkan sering sekali melakukan menyewa sebuah jasa untuk melakukan pekerjaan ini. Namun, oleh karena peraturan DBN ini tidak memperbolehkan menggunakan jasa orang lain untuk urusan SEO, jadi untuk proses link building saya melakukannya sendiri.

Namun, oleh karena ada beberapa pekerjaan link building dan SEO Off Page yang tidak saya bisa lakukan sendiri, maka saya menyewa jasa orang untuk melakukannya. Sebagai contoh, membeli Facebook Likes, Retweet, dan Google Plus vote. Saya harap hal ini tidak melanggar syarat dan ketentuan dari DBN ini.

Link Building

Image courtesy of Stuart Miles at FreeDigitalPhotos.net

Strategi Link Building

Strategi link building untuk blog niche ini saya bagi kebeberapa sub-topik agar lebih mudah dibaca dan dipahami yaitu mulai dari jenis backlink antar do-follow dan no-follow, anchor text yang saya gunakan, waktu memulai link building tersebut dan langkah-langkahnya, dan beberapa hal lainnya.

Do-Follow dan No-Follow

Ada dua jenis backlink yang biasa kita kenal dalam link building yaitu do-follow backlink dan no-follow backlink. Anda yang belum tau perbedaan kedua jenis backlink ini, silahkan mencarinya di Google.

Dalam membangun backlink saya mencoba melakukan mix diantara kedua jenis ini. Saya tidak ngotot mencari link yang do-follow saja. Ada beberapa backlink yang saya buat hanya memberikan link yang no-follow. Banyak sekali perdebatan mengenai link no-follow akan membantu ranking atau tidak. Namun, saya tidak akan membahasnya.

Tujuan saya agar tidak membuat Google curiga. Tentu saja cukup aneh jika sebuah blog semua link yang menuju padanya bertipe do-follow. Namun, saya tetap mentargetkan link yang saya peroleh lebih besar do-follow daripada no-follow sekitar 90% berbanding 10%.

Anchor Text Diversity

Dalam membangun backlink ke blog ada satu hal yang sangat saya perhatikan atau saya anggap penting, yaitu penggunaan anchor text yang digunakan pada link tersebut.

Di era Google Penguin, banyak blogger dan ahli SEO menyarankan agar kita menggunakan anchor text yang bervariasi dalam mebangun backlink atau yang juga dikenal dengan anchor text diversity.

Kenapa? Salah satu target dari alogaritma Google penguin adalah penggunaan anchor text yang sama atau prosentase anchor text yang sama sangat besar pada setiap klink yang mengarah ke blog kita. Anda bisa membaca mengenai hal ini di ContentAmp.com atau mencarinya di Google dengan kata kunci Anchor Text Diversity.

Oleh karena itu, dalam membangun link ke blog niche, saya menggunakan beberapa variasi anchor text dengan persentase sebagai berikut:

  • Kata kunci utama/target keyword: 20%
  • Kata kunci yang berhubungan/related keyword: 40%
  • URL/link yang menggunakan url sebagai anchor text: 20%
  • Generic anchors, seperti read more, here, click here, dll: 20%

Sebagai contoh, blog niche saya mentargetkan kata kunci phen375 customer reviews, maka anchor text yang saya gunakan adalah sebagai berikut:

  • phen375 customer reviews: 20%
  • Phen375 review, phen375 reviews, phen375 user reviews, Phen375 reviews from consumers, dll: 40%
  • http://phen375customerreports.com/, Phen375customerreports.com: 20%
  • click here, read more, visit the site: 20%

Waktu Start dan Jumlah Link

Link building ke blog niche mulai saya lakukan setelah saya memposting beberapa artikel ke blog dan semua artikel tersebut telah terindex oleh Google. Untuk blog niche saya sekitar 20 hari setelah artikel pertama pada blog tersebut saya publish.

Saya tidak akan serta merta memberikan 1.000 backlink dalam 1 hari ke blog ini karena blog ini adalah blog baru. Tentu saja hal ini tidak akan terlihat alami di mata Google. Kecuali backlink tersebut sengaja dibuat oleh yang punya blog dan hal ini dilarang oleh Google karena dianggap mencoba memanipulasi ranking.

Proses link building ini saya dilakukan secara bertahap dari hari ke hari atau istilah lainnya daily drip feed. Hal ini akan terlihat lebih alami di mata Google.

Saya juga tidak mentargetkan berapa jumlah link yang harus saya dapatkan untuk blog tersebut. Tujuan dari proses ini adalah mencapai target ranking, bukan jumlah link. Jadi saya akan melakukan proses ini secara terus menerus dan konsisten walaupun blog tersebut telah mencapai target ranking.

Untuk itu saya membatasi jumlah link building yang saya lakukan perharinya yaitu maksimal 5-10 link perhari. Proses ini memakan waktu sekitar 1 sampai 2 jam perharinya.

Sumber Backlink dan Bagaimana Saya Melakukannya

Dalam membangun backlink ada banyak sekali sumber backlink yang bisa kita dapatkan. Sumber-sumber backlink ini sudah pernah saya berikan ke blog-blog niche saya sebelumnya dan ditambah beberapa sumber yang baru selama era penguin yang saya dapat dari beberapa ebook. Berikut beberapa sumber backlink untuk blog niche saya dan bagaiman saya melakukannya serta dimana situs mana akan saya lakukan berikutnya.

#1 Press Release
Press release merupakan salah satu tempat saya membangun backlink untuk blog niche ini. Kenapa press release? Ini alasannya.

Saya men-submit press release ke 22 situs press release, baik yang berbayar ataupun tidak. Hal ini saya lakukan secara bertahap selama beberapa hari.

Oleh karena beberapa situs tersebut berbayar, saya membeli sebuah gig press release di Fiverr. Saya meminta ke penyedia gig agar press release ini di lakukan secara bertahap. Proses ini memakan waktu sekitar 5 samapai 7 hari.

#2 Social Bookmarking
Selain press release, saya juga mulai melakukan social bormarking. Social bookmark ini tidak hanya untuk url home page, tapi saya lakukan juga ke halaman artikel lainnya di blog. Judul dan descripsi dari social bookmar yang saya gunakan bervariasi sesuai dengan yang saya sebutkan pada anchor text diversity diatas tadi.

Proses social bookmarking ini juga saya lakukan secara bertahap setiap hari atau 2 hari sekali. Saya hanya melakukan 3 sampai 5 bookmark perhari ke masing-masing halaman, baik ke halaman utama ataupun halaman artikel.

Proses ini masih saya lakukan sampai sekarang. Minimal 2 hari sekali saya melakukan boomark.

#3 Classified Ads
Bersamaan dengan proses social boomarking, saya juga melakukan link building dari situs iklan atau classified ads. Hal ini bertujuan untuk menambah variasi sumber backlink.

Saya hanya mensubmit ke beberapa situs classified ads yang cukup terkenal, seperti Backpage, FreeAdLists, classified ads, dll. Proses ini saya lakukan selama 7 sampai 10 hari dengan rentang waktu submit 2 sampai 3 hari per situs. Anchor textnya pun bervariasi, 1 iklan dengan kata kunci utama sebagai anchor text, yang lainnya menggunakan kata kunci berhubungan dengan kata kunci utama sebagai anchor text.

#4 Situs Web 2.0
Selain mencari backlink dari situs-situs diatas tadi, secara bersamaan saya juga membangun link dari situs-situs Web 2.0. Link dari situs Web 2.0 berupa profil link dan link dalam artikel. Sampai saat ini hanya beberapa link yang saya dapat dari situs Web 2.0 yaitu dari squido hanya backlink dari profile, sebuah artikel di blogspot dan profile di blogster.

Sayangnya kata kunci Phen375 ataupun yang berhubungan dengan weight loss pill di block oleh squidoo. Ini bisa saya lihat dari beberapa lens yang menggunakan judul dengan kata kunci tersebut telah di lock. Setelah saya cek weight loss pill termasuk dalam SquidDon’t topics di SquidDon’t Content Policy.

Jadi saya hanya mengandalkan link dari profil squidoo. Kedepannya mungkin saya akan mencoba membuat lens dengan topik wieght loss tips atau diet dan menempatkan link di Custom Bio pada lense tersebut. Link pada custom bio ini bisa menggunakan achor text dan bertipe dofollow. Semoga saja tidak di tidak terdeteksi oleh system squidoo.

Selain 3 web 2.0 diatas, rencannya saya akan membuat akun di beberapa situs Web 2.0 lainnya, seperti WordPress.com, Tumblr, Live Journal, dan lain-lain. Setiap blog akan saya isi 3- 5 artikel original bukan hasil spun. Artikel-artikel tersebut akan saya akan tulis sendiri dan submit secara bertahap.

Beruntung saya mempunyai kemampuan bahasa Inggris. Jadi saya bisa melakukan penghematan dengan tidak membeli artikel. Walaupun tidak bagus-bagus amat, namun hasil tulisan saya, saya rasa sudah lebih dari cukup dan masih bisa dipahami.

#5 Forum Profile dan Signature Forum
Forum juga merupakan target saya dalam melakukan link building. Ada banyak sekali forum yag mengijinkan kita untuk menaruh live link pada profil maupun live link dengan anchor text pada signature. Bahkan banyak diantaranya merupakan link bertipe do-follow.

Dalam memilih forum, saya memilih forum dengan beragam niche dan tidak selalu se-niche dengan blog saya. Saya berusaha memilih forum yang mempunyai PageRank 3 keatas agar kualitas backlinknya juga cukup bagus.

Selain PageRank, hal lain yang menjadi acuan saya dalam mencari forum adalah saya bisa menanam live link pada profile dan signature walaupun jumlah post kurang dari 10.

Anchor text yang saya gunakan dalam signature pun bervariasi. Jika forum tersebut se-niche saya menggunakan kata kunci utama sebagai anchor text. Jika tidak, saya memilih anchor text lain seperti my blog, visit me site atau hanya URL saja.

Posting di forum pun tidak saya kebut 1 hari agar lebih natural. Biasanya 1 sampai 2 post perhari. Itupun di thread yang sudah ber-PageRank dan jika saya melakukan reply, post saya masih terlihat dihalaman 1 thread tersebut. Kalau sampai muncul di page 2 atau lebih, kadang-kadang halaman tersebut tidak memilik PageRank.

#6 Social Media Votes
Sembari melakukan link building diatas, saya juga memberikan social media votes dari Facebook, Twitter, dan Google Plus. Social votes ini saya berikan ke halaman utama/home blog dan jug ake halaman artikel-artikel pendukung. Pekerjaan ini terpaksa saya outsource karena cukup sulit membuat akun dalam jumlah banyak di situs-situs tersebut.

Untuk Facebook saya tidak membelinya. Saya melakukan like sendiri ke halaman utama blog dan beberapa hari kemudian ada tambahan like. Mungkin dari teman-teman saya di facebook atau dari orang lain.

Untuk Twitter saya juga membeli jasa retweet di situs ini dan memilih paket seharga $9 untuk 150 retweet perbulan dengan maksimum 5 tweet perhari.

Google plus votes saya membeli sebuah Gig di Fiverr yang menawarkan 200 vote secara drip feed selama 10 hari dan bisa di bagi ke 4 URL. Saya kemudian membagi vote tersebut ke beberapa URL.

#7 Document Sharing Sites
Saat ini mesin pencari seperti Google telah mampu membaca isi dari document sharing sites, seperti SlideShare, Scribd, Dostoc, Issuu, dan lain-lain. Untuk itu saya mencoba juga mencari backlink dari situs semacam ini.

Saya men-submit 5 dokumen yang berbeda ke 5 situs yang berbeda dan 3 diantarnya berupa link wheel. Link wheel ini bertipe terbuka dan nantinya akan saya tambah menjadi 5 situs (lihat gambar). Proses pengerjaan ini selama 2 minggu.

Link Wheel

Click gambar untuk memperbesar

#8 Video Sharing Site
Video sharing site juga menjadi sasaran saya dalam mencari backlink, salah satunya adalah YouTube. Saya telah mengupload 3 video ke YouTube dan meletakkan link ke blog saya pada video description.

Selain dari YouTube, saya juga berencana mendapatkan backlink dari situs video sharing lainnya seperti Daily Motion, Vimeo, dll. Video ini saya buat dari PowerPoint presentation dan kemudian saya konversi ke video. Tool yang saya pakai adalah Leawo PowerPoint to video. Proses pengerjaan selama 1 minggu termasuk membuat video.

#9 Article Directory
Saat ini saya baru mensubmit 2 artikel ke situs article directory yaitu di GoArticles saja. Kedepannya saya akan mensbumit ke situs article directory lain seperti EzineArticles, SooperArticles, dan yang lain. Target saya 10-15 artikel dari article directory.

#10 Blogroll
Pertengahan Maret lalu, saya membeli sebuah link blogroll blog ber-niche health yang mempunyai PR 3. Namun, saya meminta agar link hanya tampil pada halaman home. Kemudian setelah 1 minggu saya meminta pemilik agar memasangnya juga dihalaman tag. Hal ini bertujuan agar link yang saya peroleh terlalu banyak dalam waktu yang singkat.

#11 Blog Comment/Komentar blog
Untuk blog komen saya melakukannya sendiri. Saya berkomentar di beberapa blog yang se-niche dan ada pula yang tak se-niche. Blog yang saya pilih adalah blog yang ber-PR 1 keatas pada halaman posting yang akan saya komentari dan komentar yang sudah ada tidak lebih dari 10.

Hal ini bertujuan agar link saya tidak berada pada halaman yang mempunyai banyak link keluarnya. Saya juga melakukan mix antara do-follow dan no-follow.

Dalam memberikan komentar, ada beberapa hal yang saya perhatikan agar komentar saya cepat di approve dan tidak dihapus oleh pemilik blog, diantarnya:

  1. Yang pertama, anchor text yang saya gunakan adalah nama, bukan kata kunci yang saya bidik,
  2. Komentar yang saya berikan juga sesuai dengan topik yang dibicarakan,
  3. Tidak meletakkan link pada bagaian komentar,
  4. Dan tidak berkomentar lebih dari 1 pada 1 blog dalam 1 hari.

Saat ini hanya baru beberapa komentar yang saya buat. Untuk itu, selama beberapa hari kedepan, tipe link seperti inilah yang akan saya buat. Maksimal 3-5 komentar perhari di blog yang berbeda.

Kedepannya tidak menutup kemungkinan saya akan mencari sumber backlink lain seperti dari Web Directory, Guest Post, ataupun paid blogpost.

Backlink untuk Backlink

Selain memberikan backlink ke blog niche saya, hal lain yang saya lakukan adalah memberikan backlink ke sumber backlink tersebut. Istilah lainnya adalah tier-2 backlinks. Hal ini bertujuan agar sumber backlink saya kekuatan SEO off pagenya makin kuat.

Namun, tidak semua sumber backlink saya berikan backlink. Saya hanya memberikan link ke beberapa sumber seperti Web 2.0, Document Sharing, Video, Press Release, Article Directory dan Classified Ads.

Sumber backlink tier-2 saya adalah dari situs wiki, social bookmark, artikel directory, dan blog comment. Jumlah backlink tier-2 ini pun cukup besar, berkisar antara 500 sampai 1000 link. Namun, saya akan melakukannya secara bertahap.

Sayangnya saya tidak mempunayi tool untuk melakukan hal ini secara otomatis dan mampu mensubmit dalam julah besar. Harga dari tool-toll tersebut cukup mahal, contohnya SeNuke yang harganya $147 perbulan. Oleh karena itu rencananya saya akan membeli jasa ini di forum ataupun Fiverr.

Hasil Link Building

Bagaimana dengan hasil link building saya? Setelah selama 2 bulan melakukan link building, hasil yang saya peroleh adalah sebagai berikut:

Total Backlink

Berapa jumlah baklink yang telah saya dapat saat ini? Menurut Google Webmaster Tools, halaman home page dari blog niche ini adalah 103 link dari 45 domain yang berbeda. Ternyata belum semua link ke home page yang saya buat diindex oleh Google.

Total Link

Ranking di Google SERP

Dari segi posisi di SERP, hasilnya cukup memuaskan. Terakhir saya cek tanggal 18 Mei 20133, blog niche saya telah mampu menembus halaman 2 hasil pencarian Google untuk target keyword. Tool yang saya gunakan adalah Long Tail Pro dan Rank Checker Ace.

Ketiga tool tersebut menampilkan hasil yang tidak jauh berbeda. Hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Long Tail Pro: #13
  2. Rank Checker Ace: #10

Selain blog niche saya, saya juga memeriksa ranking blog niche peserta lain. Saat ini cuma blog Kang Yudiono yang sudah masuk ke top 100 hasil pencarian Google bahkan sudah masuk ke halaman 2 juga seperti yang di informasikan oleh Kang Yudiono di artikel Duel Blog Niche 6-nya.

Ranking via Long Tail Pro

Ranking dicek dengan Long Tail Pro

Pada gambar diatas bisa Anda lihat ranking dari blog niche saya dan ranking blog niche Kang Yudiono di 3 search engine, yaitu Google, Yahoo, dan Bing. Google country yang digunakan adalah Google US.

Fakta Menarik

Ada sebuah fakta menarik yang terjadi dalam proses link building yang saya lakukan. Seperti yang saya sebutkan diatas, pertengahan Maret lalu saya membeli sebuah link blog roll di sebuah blog health ber-PR 3.

Setelah 2 minggu, tepatnya 1 April 2013 ranking blog saya di Google bergerak dari posisi 500+ ke posisi 55 dan terus naik ke halaman 4. Sekali turun ke posisi 81 pada tanggal 15 April, mungkin karena Google Dance namun naik lagi ke posisi sebelumnya.

Selama sebulan ranking blog tersebut berkutat di halaman 4 dan 5 hasil pencarian Google. Namun, tak sekalipun menyentuh halaman 3 ataupun halaman 2, bahkan halaman 1. Mungkin karena blog saya masih baru dan backlink yang masih sedikit. Anda bisa melihat grafik perkembangan ranking blog niche saya di Google untuk target keywrod di tautan ini. Letakkan cursor Anda diatas garis biru untuk melihat detail tanggal dan rankingnya.

Namun, pada tanggal 3 Mei 2013, alih-alih naik ke halaman 2 atau 1, yang terjadi justru sebaliknya. Ranking blog ini turun drastis ke posisi 86. Ranking yang selama 2 minggu stabil saat itu tiba-tiba turun drastis.Apa blog saya sudah mulai kena libas Google Penguin? Saya mencoba memeriksa di Google Webmaster, siapa tahu ada link yang kurang bagus atau kurang bermutu yang baru masuk.

Ternyata, salah satu domain penyumbang link terbanyak ke blog saya hilang dari halaman Google webmaster tool. Domain tersebut merupakan domain dimana saya memasang blogroll yang saya sebutkan diatas tadi.

Ternyata domain tersebut di de-index oleh Google. Mungkin karena terlalu banyak paid links di blog tersebut, baik dari blogroll dan blogpost. Ada rasa khawatir pada diri saya. Saya khawatir hal ini akan berdampak besar ke blog saya dan menyebabkan blog saya kehilangan ranking dan bahkan hilang dari halaman hasil pencarian Google.

Namun yang terjadi justru berbeda. Kesekon harinya ranking blog saya naik lagi ke posisi 33 bahkan naik ke posisi 14. Walaupun sempat turun 1 halaman, tapi naik lagi hingga posisi 10 saat terakhir kali saya cek menggunakan Rank Checker Ace.

Dari penglaman tersebut, saya memperoleh sebuah pelajaran. Dalam melakukan link building, jangan terlalu nafsu mendapatkan link yang banyak melalui blogroll apalagi jika blog adalah blog baru. Kedepannya saya mungkin tidak akan membeli link blogroll. Namun, tidak menutup kemungkinan saya membelinya jika blog sudah berumur 1 tahun. Kita lihat saja nanti.

Sampai disini dulu strategi link building blog niche saya. Terbukti atau tidak strategi ini, saya belum mengetahuinya karena baru pertama kali saya terapkan. Kita lihat saja hasilnya nanti. Apakah blog ini mampu menembus halaman 1 Google dan bahkan ranking 1? Dan bisakah ranking tersebut bertahan lama?

Seperti yang mungkin Anda sudah ketahui, beberapa minggu lagi Google akan melakukan update alogaritma Penguin. Jika Anda belum mengetahuinya, Anda bisa membacanya di Serach Engine land. Semoga saja update tersebut tidak berdampak pada blog niche ini.

20 komentar ke “Duel Blog Niche #6: Strategi Link Building

  1. setiap saya scroll kebawah muncul related post “you might also like” nah itu plugin atau apa mas kalau boleh tau?? :))
    boleh bagi ilmunya juga?? :))

  2. Sebenarnya crawl google lebih mudah di mutilasi dengan kata kunci utama dan long tail keyword. dalam prakteknya saya sedikit membangun link building untuk blog niche saya tetapi hasilnya sampai sekarang blog tersebut masih ada dalam daftar organic pertama pencarian untuk kata kunci tersebut. tetapi memang kesinambungan link perlu di perhatikan dalam optimasi tetapi tidak harus menurut saya.

    Terimah kasih atas review anda bos.

  3. wah saya newbie banget. banyak hal yang belum mengerti dan masih awam. sekarang saya baru akan membuat linkbuilding. dan mendapat backlink sehingga blog aku naik.
    jadi lebih tertarik untuk membuat backlink yang sehat. hehehehe

    thank you atas infonya.
    salam hangat niko

  4. Salam Hangat Bli, Blog Bli ini sangat membantu saya dalam penerapan SEO,,, penjelasannya jelas dan mudah dimengerti. Oh iya saya mau tanya untuk mengecek posisi kita di google, Bli sering bilang menggunakan Rank Checker Ace, Apakah Rank Checker Ace ini bisa dipergunakan secara gratis atau berbayar??? ditunggu infonya ya Bli… matur suksema… :)

  5. Makasih ya gan atas masukkannya, saya sangat setuju, proses pencarian link dengan cara over memang sering membuat blog kita menjadi hilang dari pencarian google. ini memang sudah pernah saya alami

  6. Pengalamannya bisa dijadikan ilmu nih. Thanks. Saya sendiri biasanya pakai metode berkomentar di blog orang lain, tanpa melihat apakah dofollow atau nofollow. Selain itu, Saya juga pakai media sosial dan membuat artikel berkualitas dengan menggunakan blog pendukung di berbagai platform. Blogger lain menyebutnya blog dummy, tapi Saya ogah mengatakan blog bodoh, karena Saya nulisnya sambil mikir dan tidak asal-asalan. He..

  7. jujur mas, saya sama sekali gk bisa strategi off page, ujung ujungnya beli backlink, pas google updated ambruk visitor dari 5k ke 1k, terimakasih infonya

Berikan Komentar

Gunakan nama real Anda (bukan nama blog atau kata kunci blog) pada kolom nama dibawah atau komentar Anda akan dianggap spam.